Posted by : Mandiri Bali Monday, October 1, 2012

KONSEP DASAR

Tujuan perusahaan :
·  Mencapai laba sebesar-besarnya
·  Untuk memakmurkan pemilik perusahaan  (investor, pemegang saham) tercermin dari deviden, liwiditas dan solvabitas.
·  Memaksimalkan Nilai perusahaan  (harga saham ) membayar deviden.

Pengertian :
Manajemen Keuangan (pembelanjaan) adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Dari definisi tersebut ada tiga fungsi utama dalam manajemen keuangan yaitu :
  1. Keputusan investasi (investment Decision)
  2. Keputusan pendanaan (Financial Decision)
  3. Keputusan Pengelolaan Aset (Asset Mangement Decisiion)
 Sejarah Perkembangan Manajemen Keuangan
No
Tahun
Uraian
1
1900
·  Istilah Manajemen Keuangan mulai muncul sebagai suatu bidang ilmu yang terpisah dari ilmu lainnya.
·  Aspek hukum ( merger, akuisisi, perluasan perusahaan, pembentukan perusahaan baru, tata cara go public, penjualan surat2 berharga.
2
1929 - 1933
·  Masa resisi
·  Focus pada analisis masalah kebangkrutan dan reorganisasi.
3
1940 – 1950
Manajemen Keuangan tidak hanya mengatur masalah bagaimana memperoleh dana dan struktur modalnya, namun telah mempelajari bagaimana menggunakan dana secara efektif dan efisien.
4
1960 - 1970
Fokus kebijakan pada nilai perusahaan
Kombinasi optimal dari surat-surat berharga
Pengaruh teori portofolio terhadap keuangan perusahaan dan investasi (return dan resiko)
5
1966
Perekonomian Dunia dilanda inflasi.

1970 -  awal abad 21
Capital Budgeting mengubah focus manajemen keuangan perusahaan dari bidang operasional, modal kerja, sumber dana, anggaran ke konsep teori biya modal  (cost of capital)
Teori portofolio investasi
CAPM (Teori keseimbangan portofolio)
APT (Arbitrage Pricing Theory)

 Tujuan Manajemen Keuangan
  1. Manajemen keuangan merupakan manajemen fungsi keuangan yang terdiri dari keputusan investasi, pendanaan (termasuk kebijakan deviden)dan keputusan pengelolaan asset.
  2. Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan (memaksimumkan kemakmuran pemegang saham) yang diukur dari harga saham perusahaan.
  3. Harga saham perusahaan merupakan refleksi dari keputusan-keputusan investasi pendanaan (termasuk kebijakan dividen) dan pengelolaan asset
 Fungsi Menejer Keuangan, bertanggung jawab atas perencanaan, analisis, dan pengendalian operasi keuangan.

Menurut Fred Weston, perkembangan fungsi keuangan sekarang ini dipengaruhi oleh lima perubahan besar dalam lingkungan eksternal, yaitu :
  1. Perkembangan teknologi yang sangat pesat berakibat pada lebih cepatnya daur hidup dari setiap kehidupan produk.
  2. Kemampuan perusahaan memperoleh laba mengalami penurunan disbanding penjualannya (profit margin) dari hampir seluruh perusahaa.  Penurunan ini terutama terjadi pada sector industri.  Hal ini karena adanya persaingan yang semakin tajam dalam pengembangan produk
  3. Perang Dunia II yang telah menciptakan peluang-peluang bisnis yang memerlukan cara-cara pembiayaan tertentu menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus meningkat .
  4. Banyaknya perusahaan-perusahaan berskala besar yang tumbuh memerlukan pengelolaan keuangan yang spesifik,
  5. Adanya institusionalisasi aliran tabungan dan investasi yang membutuhkan para professional di bidang investasi.

SUMBER DANA PERUSAHAAN

Sumber dana : 1. Sumber Eksternal 
a.       Hutang (jangka pendek dan panjang)
b.      Modal sendiri berupa saham
                         2. Sumber Internal
                                 a.  Laba tidak dibagi ( laba ditahan )
                                 b.  Depresiasi (penyusutan)  

Perusahaan dalam mencari dana dari sumber eksternal atau internal, beberapa hal yang diperhatikan dan dipertimbangkan dalam memilih sumber dana yaitu likuiditas, solvabilitas, rentabilitas.

Dana, menunjukkan modal yang tertanam dalam perusahaan maupun sumber modalnya.

Modal dapat dibedakan modal aktif dan modal pasif. Modal aktif menunjukkan penggunaan dana (dalam neraca nampak di sisi aktiva), sedangkan modal pasif menunjukkan sumber dana (dalam neraca nampak disisi passive).

Nilai Waktu Dari Uang
Konsep nilai waktu dari uang berhubungan dengan tingkat bunga yang digunakan dalam perhitungan aliran kas.  Nilai uang saat ini (present value) akan berbeda dengan nilai uang tersebut di waktu yang akan datang  (futuru value) karena adanya factor bunga.
Suatu jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan dating jika dinilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu. (factor bunga dalam kasus ini dinamakan factor diskonto (discount factor).

Sebaliknya apabila suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan dating, maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu (Faktor bunga pada kasus penggandaanini dinamakan factor pengganda atau pemajemukan (compound factor).

Nilai Waktu Yang Akan Datang  (future value)
Bunga Sederhana :
 Si = Po (i) (n)
            Si = Jumlah bunga sederhana
            Po= pinjaman /tabungan pokok
             i  = tingkat bunga per periode waktu dalam persen
             n = jangka waktu

FVn = Po {1 +(i) (n)}

Contoh :
Pak Ali memiliki uang Rp 80.000,00 yang ditabung di bank dengan bunga 10% pertahun selama 10 tahun. Pada akhir  tahun ke 10  jumlah akumulasi bunganya adalah :

Nilai akhir dari sejumlah uang yang didepositokan selama 10 tahun dengan bunga 10% pertahun adalah Rp. 160000,00.  Brapa jumlah uang yang didepositokan tersebut

Bunga Majemuk
Bunga majemuk menunjukkan bahwa bunga yang dibayarkan (dihasilkan) dari pinjaman (investasi) ditambahkan terhadap pinjaman pokok secara berkala

Misalkan seseorang ingin mendepoitokan uangnya di Bank X  sebesar Rp 800.000.  Jika tingkat bunga deposito adalah 8% per tahun dan dimajemukkan setiap tahun, maka menjadi berapakah investasi yang tersebut pada akhir tahun ke 1, 2, 3
  
Nilai Sekarang (Present Value)
Prsesnt value atau nilai sekarang merupakan besarnya jumlah uang pada awal periode yang diperhitungkan atas dasar tingkat bunga tertentu dari suatu uang yang baru akan diterima atau dibayarkan beberapa periode kemudian.

Misalkan berapakah jumlah sekarang yang dapat berkembang menjadi Rp 16.000.0000 pada akhir tahun ke 5 dengan bunga 11%

Anuitas (Annuity)
Anuitas adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu, Macamnya :
Anuitas Biasa (anuitas tertunda) merupakan anuitas dari suatu pembayaran yang dilakukan pada akhir periode untuk setiap periode tertentu.
Anuitas Jatuh tempo  (due annuity)  apabila pembayaran dilakukan pada awal periode.

Anuitas Nilai Masa Datang
Sebagai nilai anuitas majaemuk masa datang (masa depan) dengan pembayaran atau penerimaan periodic (R) dan n sebagai jangka waktu anuitas.

Apabila aliran kas Rp 8000 per tahun selama tiga tahun dengan tingkat bunga 8% sebagaimana  niali anuitas berapa.

Tuan B menabung di BCA sebesar Rp 2000 dengan tingkat bunga 12% per tahun dan bunga di bayar 2 kali setahun.  Berapa jumlah tabungan pada akhir tahun pertama, dan berapa pada akhir tahun ke 2

Anuitas Nilai sekarang
Sebagai nilai i anuitas majemuk saat ini (sekarang) dengan pembayaran atau penerimaan periodic ( R ) dan n sebagai jangka waktu anuitas

Kita menerima pembayaran sebesar Rp. 8000 tiap tahun selama tiga tahun. Apabila nilai pembayaran tersebut dinilai sekarang dengan bunga 8% per tahun maka aliran kas per tahun adalah.

Nilai Perusahaan :
Merupakan proses penentuan harga surat berharga atau aktiva (asset) modal yang ada di suatu perusahaan.

Penilaian Obligasi :
Metode singkat  (Short cut formula)
Metode nilai sekarang (present value)

Penilaian Saham Preferen
Penilaian  Saham Biasa
Nilai saham dengan Perumbuhan Dividen Nol
Nilai saham dengan Perumbuhan Dividen Konstan
Nilai saham dengan Perumbuhan Dividen Tidak Konstan


Prinsip-prinsip Keuangan

Prinsip-prinsip keuangan terdiri atas himpunan pendapat-pendapat yang fundamental yang membentuk dasar untuk teori keuangan dan pembuatan keputusan keuangan.

  1. Prinsip Self Interest Behavior (Orang akan memilih tindakan yang memberikan keuntungan (secara keuangan) yang  terbaik bagi dirinya.)
  2. Prinsip Risk Aversion (Orang akan memperoleh alternative dengan rasio keuntungan dan resiko terkecil)
  3. Prinsip Diversification (Tindakan diversifikasi adalah menguntungkan karena dapat meningkatkan rasio antara keuntungan dan resiko.)
  4. Pinsip Two Sided Transaction (dalam membuat keputusan keuangan perlu memperhatikan sisi lawan transaksi kita (win-win) tidak sekedar zero-sum games
  5. Prinsip Incremental Benefit (Keputusan keuangan harus didasarkan pada selisih antara nilai dengan suatu alternative dan nilai tanpa alternative tersebut).
  6. Prinsip Signaling (setiap tindakan mengandung informasi)
  7. Prinsip Capital Market Efficiency (Efisisien secara informasi dan efisien secara operasi)
  8. Prinsip Risk-Return Trade off (high risk – high return)
  9. Prinsip Option (option menjadi dasar pengembangan sekuritas (derivative security) yang berguna untuk melakukan hedging (tindakan pengurangan risiko)
  10. Prinsip Time Value of Money (bahwa sejumlah uang saat ini tidak sama nilainya dengan sejunlah uang yang sama di masa mendatang

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Konsultasi Property

Info Pilihan

Followers

Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

- Copyright © 2013 KPR BANK MANDIRI -Putu Tamiarta- Powered by Blogger - Designed by Putu Tamiarta -